
Bulan Maret pun ditutup seiring dengan berakhirnya pekan ke-29 Liga Inggris. Ini karena selama 2 minggu ke depan, beberapa klub harus rela ditinggal pemainnya untuk membela negara mereka masing-masing di jeda internasional.
Lalu, bagaimana dengan penampilan para manajer FPL sebelum memasuki jeda internasional ini? Yuk kita lihat ulasannya di bawah ini!
Alexius dan semangat You'll Never Walk Alone…
Tidak seperti kompetisi Liga Inggris musim ini yang sepertinya tinggal menghitung hari bagi Chelsea untuk mengunci gelar juara, perebutan juara liga FPL Makmur musim ini masihlah sengit.
Seperti yang telah dibicarakan pada artikel pekan kemarin, perebutan juara liga musim ini masih jauh dari kata usai, terutama bagi Alexius. Selisih poin dengan Aldo yang semula berjarak 28 poin, kini dipangkas menjadi hanya berjarak 7 poin.
Delapan puluh delapan (88) poin berhasil dikumpulkannya pekan ini, sekaligus menjadikannya sebagai pencetak poin tertinggi pekan ini atau gelar kedua yang didapatnya secara berturut-turut untuk bulan ini.
You Will Never Walk Alone. Mungkin itulah semangat yang dijunjung oleh Alexius dalam 2 pekan terakhir ini.
Dirinya seolah-olah mengirimkan pesan kepada Aldo bahwa Aldo tidaklah berlari sendirian dalam trek perebutan gelar juara liga musim ini.

Yes Aldo, I'm watching you
Raja poin minus, label yang sudah lekat lagi bagi Paulus…
Jika musim lalu Paulus dikenal sebagai raja poin minus karena menghambur-hamburkan poin minus di (hampir) setiap pekannya, maka label tersebut secara perlahan mulai pudar dari dirinya dalam 5 pekan terakhir.
Meski masih sering mengumpulkan poin minus, Paulus hanya menduduki peringkat ketiga dalam pencetak poin minus terbanyak sementara musim ini.
Jumlah poin minusnya (-96; sama dengan Brian) hingga pekan ke-29 ini kalah jauh dengan dua peringkat di atasnya, yaitu Alexius dan Bravo yang masing-masing mengumpulkan -108 dan -116 poin.
Alfonsus, si Bang Toyib…
Julukan ini mungkin pantas untuk disematkan pada manajer tim DXM 5MINUTES ini. Sudah 10 pekan dirinya tidak melatih tim yang kini terbenam di dasar klasemen tersebut.
Yup, setelah tertahan di peringkat 14 klasemen selama 12 pekan lamanya, pada pekan ini Alfonsus akhirnya harus rela melihat timnya disalip oleh Nastel Sarden 1.5 yang tampil apik dalam beberapa pekan terakhir ini.
Dua puluh lima (25) poin yang dicatatkannya pun mengantarkan dirinya menjadi pencetak poin terendah pada pekan ini atau gelar terendah ketiganya untuk musim ini.

Bagi yang ingin melihat statistik tim FPL Makmur pekan ini, data mengenai peringkat dan poin minus telah diperbarui di sini.
Comments
Post a Comment