
Double gameweek!!
Seperti musim-musim sebelumnya, double gameweek atau yang biasa disingkat dengan DGW kembali hadir pada musim ini. Adapun tim-tim yang berpartisipasi dalam DGW pertama musim ini adalah Manchester City dan Stoke.
Keduanya menjalani 2 game dalam 1 pekan ini dan poin dari kedua game tersebut diakumulasi dalam 1 pekan. Tak ayal pemain-pemain dari kedua tim itu pun ramai dibeli pekan ini.
Lalu, bagaimana dengan strategi para manajer FPL Makmur untuk menghadapi DGW ini? Apakah semuanya berbondong-bondong memboyong pemain dari kedua tim tersebut? Atau mungkin tetap memercayakan Ibrahimovic sebagai kaptennya? #Eh
Untuk lebih jelasnya, yuk kita lihat di ulasan pekan ini.
Blunder Duzel?
Meski banyak manajer yang mendukungnya menjadi Manajer Tercupu ataupun menjuarai Loser Cup musim ini, performa yang ditampilkan oleh Duzel sejauh ini sangatlah berseberangan dengan ekspektasi para pendukungnya tersebut.
Pekan ini dirinya secara mengejutkan tampil menjadi pencetak poin tertinggi dengan 91 poin, jauh mengalahkan pesaing-pesaing di bawahnya seperti Aldo (74) dan Valentinus (72).
Catatan ini pun menambah deretan gelar pencetak poin tertingginya pekan ini menjadi 3 atau hanya berselisih 1 gelar dengan duo pencetak poin tertinggi terbanyak sementara ini, Alexius dan Valentinus.
Jadi masihkah Anda percaya Duzel bisa menjuarai kedua gelar "prestisius" tersebut musim ini?
Stagnannya posisi di klasemen...
Kejadian mengejutkan terjadi pada pekan ini. Perolehan poin masing-masing manajer di pekan ke-27 sama sekali tidak memberikan perubahan signifikan di papan klasemen.
Mulai dari peringkat 1 hingga 15 masih dihuni oleh orang dan tim yang sama seperti pekan sebelumnya. Sungguh solider sekali ya penghuni-penghuni FPL Makmur :)

Tidak ada panah hijau maupun merah di klasemen. Pekan yang sangat damai.
Kartu liar Sayap Garis Keras dan Serabi…
Ikut memeriahkan DGW pertama musim ini, Valentinus dan Edward sama-sama mengaktifkan kartu liar miliknya. Beberapa pemain dari kedua tim yang berpartisipasi dalam DGW pun dibeli oleh mereka pekan ini.
Valentinus menyambut DGW ini dengan membeli 5 pemain DGW (2 Manchester City dan 3 Stoke), sementara Edward sedikit lebih kalem dengan membeli 3 pemain DGW (3 Manchester City) untuk menemani 1 pemain DGW yang telah dimilikinya sebelumnya, yaitu Pieters.
Lalu, bagaimana hasilnya? Apakah berhasil? Mari kita lihat masing-masing.

Kartu liar Valentinus
Dua pemain Stoke (Grant dan Pieters) yang dibeli oleh Valentinus pekan ini menjadi penyelamat perolehan poin kartu liar milik manajer tim Sayap Garis Keras ini. Keduanya menyumbangkan 27 poin atau 48,21% dari total raihan pemain baru Valentinus pekan ini.
Surplus 3 poin pun diberikan oleh pemain-pemain barunya, jika dibandingkan pemain-pemain lamanya. Ya, setidaknya ini sangat sedikit mengobati penyesalan Valentinus ketika melihat mantan-mantan pemainnya tampil gemilang pekan ini.
Kartu liar Edward
Berbeda dengan Valentinus, hasil kartu liar Edward di pekan ini bisa dibilang sangat mengecewakan. Total raihan poin pemain barunya tidak sampai separuh dari pemain-pemain lamanya.
Adapun penyebab anjloknya raihan poin dari kartu liarnya ini kalau bisa dibilang adalah ketidaktepatan dalam pemilihan pemain yang dibeli ataupun dijual.
Dari 12 pemain baru, cukup banyak nama-nama yang bukan langganan tim utama malah justru dibelinya seperti Iheanacho, King (yang Leicester, bukan Bournemouth), dan Ake.
Sementara, keputusan mengenai pemain-pemain lama yang dijual mungkin lebih mengernyitkan dahi. Pemain-pemain yang sedang on form macam Kane dan Lukaku justru dijualnya dan menjadi bumerang bagi timnya pekan ini.
Lebih jauh, pemain-pemain yang dijualnya ini pun turut berdampak buruk pada prospek tim Serabi di pekan selanjutnya. Ini dikarenakan kebanyakan dari pemain yang dijualnya tersebut adalah pemain dari tim yang bermain di blank gameweek (BGW) besok.
Dari awalnya Serabi memiliki 6 pemain untuk GW 28, kini dirinya hanya memiliki 1 pemain, yaitu Foster, untuk menghadapi BGW besok.
Triple captain Koalamode…
Berbeda dengan Valentinus dan Edward yang mencoba larut dalam euforia DGW dengan kartu liarnya, Aldo lebih memilih menggunakan chip triple captain-nya. Adalah Aguero, pembelian teranyarnya yang dipercayai olehnya sebagai pemangku jabatan triple captain untuk pekan ini.
Meski demikian, Aguero ternyata bukanlah pilihan terbaik untuk triple captain pekan ini. Penyerang Manchester City ini hanya mampu mencetak 1 gol dari 2 laga dan menyumbangkan total 27 poin (sudah dikali tiga).
Satu-satunya yang bisa disyukuri oleh Aldo (mungkin) adalah kaptennya setidaknya mencetak poin lebih dari 6. #SyukuriApaYangAda

Terkulainya Maju Mundur Cantik…
Catatan buruk masih menghantui penampilan tim asuhan Margaretha ini di paruh kedua musim. Semenjak bergantinya tahun, timnya sudah mengumpulkan 2 gelar pencetak poin terendah atau yang terbanyak sejauh ini (bersama dengan kadal_angop).
Selaku manajer, Margaretha pun rasanya perlu memutar otak untuk mengangkat performa timnya tersebut. Apalagi jika mengingat dirinya hanya memiliki 4 pemain yang bisa diturunkan di GW 28.
Wildcard atau poin minus, Efa?

Bagi yang ingin melihat statistik tim FPL Makmur pekan ini, data mengenai peringkat dan poin minus telah diperbarui di sini.
Comments
Post a Comment