
Gameweek (GW) 21 berakhir dengan banjir poin. Pemain-pemain yang mayoritas dimiliki oleh para manajer berhasil menyumbangkan poin-poin positif setelah libur 2 pekan. Lalu, bagaimana dengan nasib para manajer di liga FPL Makmur? Apakah semuanya juga ikut meramaikan pesta poin pekan ini? Atau malah ada yang mencoba tampil anti-mainstream? Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat apa saja yang terjadi di liga FPL Makmur selama GW 21 kemarin.
Klaten bersinar…
Kondisi pemerintahan Kabupaten Klaten memang masih carut-marut belakangan ini. Namun kondisi tersebut tidak lantas menghalangi salah satu pemuda daerah kabupaten tersebut untuk membawa harum kotanya bersinar di kancah persepakbolaan fantasi.
Pemuda tersebut adalah Valentinus, manajer dari tim Sayap Garis Keras. Di pekan 21 ini dirinya mampu mendulang poin tertinggi di liga FPL Makmur dengan total raihan 92 poin.
Catatan poin tertinggi di pekan ini menambah pundi-pundi gelar poin tertingginya musim ini menjadi 4 (empat) atau sama dengan rekor yang dipegang oleh Alexius saat ini. Keduanya pun kini menjadi yang terdepan dalam perebutan gelar Manajer Terbaik musim ini.
Bench boost Serabi...
Setelah menggunakan triple captain (TC)-nya pekan lalu, Edward, manajer dari tim Serabi kembali melakukan gebrakan baru pekan ini dengan mengaktifkan salah satu chip miliknya, yaitu bench boost (BB). BB merupakan chip bantuan yang ikut mengakumulasikan poin yang juga dimiliki oleh pemain yang ada di bangku cadangan (bench) dalam satu pekan.

Namun, chip BB yang digunakannya pekan ini bisa dikatakan tidak sesukses penggunaan chip TC-nya pekan lalu. Ini dikarenakan dari total 4 pemain yang ada di bangku cadangan, hanya ada 1 pemain yang berhasil menyumbangkan poin positif yaitu Winston Reid dengan 6 poin.
Wildcard Nastel Sarden 1.5...
Sama seperti pada paruh pertama musim ini, Duzel (kembali) menjadi manajer pertama yang mengaktifkan kartu liar miliknya di paruh kedua musim ini.
Tidak hanya nama timnya yang baru, di tahun yang baru ini Duzel ternyata juga mencoba membawa perubahan baru dalam susunan timnya. Total 13 pergantian pemain dilakukannya selama jeda 2 pekan kemarin.

Reformasi tim yang dilakukannya ini pun berhasil mendulang hasil positif di GW 21. Tiga belas pemain barunya mampu mencatatkan jumlah poin sekitar tiga kali lipat lebih besar dari total poin pemain lamanya.
Mungkinkah ini saatnya kita mengucapkan selamat tinggal pada manajer tercupu yang biasanya kita kenal? Duzel oh Duzel...
Ketatnya persaingan menjadi yang tercupu...
Bermodalkan (hanya) 54 poin yang diraihnya pekan ini, Adit berhak menggondol gelar pencetak poin terendah untuk kelima kalinya musim ini. Catatan ini pun semakin menyamai jumlah raihan poin terendah per pekannya yang dimiliki oleh Duzel.
Dengan ambisi Duzel untuk mempertahankan gelar Manajer Tercupu-nya musim lalu (sepertinya) menurun, rasanya besar peluang bagi Adit merebut gelar tersebut dari Duzel pada musim ini.

Bagi yang ingin melihat statistik tim FPL Makmur pekan ini, data mengenai peringkat dan poin minus telah diperbarui di sini.
[…] Apa yang Terjadi – Gameweek 21 […]
ReplyDelete