
Selamat tahun baru semuanya!!
Tidak terasa liga FPL Makmur musim ini telah berjalan separuhnya dan seperti biasa kita kembali akan menengok apa saja sudah yang terjadi sepanjang pekan lalu. Tercatat ada beberapa kejadian menarik yang terjadi di sepanjang pergantian tahun kemarin seperti perebutan kembali puncak klasemen, resolusi tahun baru Juangkrik Boss, mitos yang kartu liar DXM 5MINUTES, dan terjebak nostalgia. Mau tahu lebih jelasnya kejadian-kejadian tersebut? Berikut uraiannya.
Perebutan kembali puncak klasemen...
Delapan pekan merupakan waktu yang dibutuhkan oleh tim besutan Alexius untuk mengumpulkan kekuatan demi merebut kembali puncak klasemen sementara FPL Makmur.
Ya mengumpulkan kekuatan merupakan kalimat yang tepat untuk mengatakan perjuangan Sendok Sayur selama 8 pekan tersebut karena secara kualitas tim sebetulnya Sendok Sayur bisa menyalip kapan saja, namun dirinya lebih memilih membangun komposisi timnya agar lebih optimal dan menunggu saat yang tepat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Pekan ke-19 pun menjadi pekan yang dipilihnya untuk "meledak". Total 69 poin berhasil dicatatkannya dan posisi puncak pun sukses direbutnya kembali.
Hebatnya tidak hanya puncak klasemen yang diraihnya, tapi gelar manajer terbaik bulan Desember pun turut direbutnya pada pekan ini. Dirinya berhasil menyalip Valentinus dalam perebutan gelar manajer terbaik di saat-saat terakhir dengan selisih 5 poin.
Pertanyaan selanjutnya adalah setelah sukses menjadi manajer tertinggi bulan Desember, apakah Alexius dapat menaklukkan mitos manajer tertinggi tiap bulannya? Dengan kuatnya komposisi tim yang dimilikinya saat ini, rasanya kita tidak perlu mengajukan pertanyaan tersebut.
Pertanyaan yang mungkin lebih tepat adalah apakah di tahun ini Alexius dapat menaklukan dan meluluhkan hatinya sebelum janur kuning melengkung? Ah.. sudahlah.
Resolusi tahun baru Juangkrik Boss...
Semenjak menggunakan kartu liar miliknya, performa tim Dhimas ini terus meroket naik. Bahkan pada pekan ini, dirinya berhasil mengantongi total 70 poin yang mengantarkannya menjadi pencetak poin tertinggi GW 19.
Kini, dirinya pun kembali masuk ke jajaran 5 besar klasemen seperti pada awal-awal musim. Sungguh suatu pencapaian yang sangat baik jika kita kembali mengingat bahwa dirinya merupakan pendatang baru musim ini.
Menariknya, tingginya poin ini mungkin juga menjadi perwujudan resolusi tahun baru dari manajer yang menahkodai tim Juangkrik Boss. Ya, resolusi untuk bukan lagi sekadar menjadi kuda hitam musim ini, tetapi menjadi salah satu kontestan utama perebutan juara liga musim ini.
Jarak dengan pemuncak klasemen memang masih 84 poin, tetapi total masih ada 19 pekan untuk dijalani. Semua masih bisa terjadi hingga akhir Mei nanti.
Namun sebelum memikirkan cara bagaimana melewati para pesaing di depannya, alangkah baiknya Dhimas sungkem dulu dengan manajer yang baru saja dilewatinya pekan ini jika tidak ingin sama nasibnya seperti Adi dan Rio pekan lalu.
Kartu liar DXM 5MINUTES...
Manajer yang dulu hilang, kini dia telah kembali pulang...
Mungkin itulah lirik lagu yang dinyanyikan oleh seluruh isi tim DXM 5MINUTES ketika manajernya, Alfonsus a.k.a Bang Toyib, kembali datang mengelola tim di pekan ke-19.
Sekembalinya dari perantauan mengejar target, Alfonsus menjadi tim terakhir di FPL Makmur yang menggunakan kartu liar paruh awal musim ini. Total 3 pergantian pemain pun dilakukannya untuk memperbaiki posisi timnya yang nyungsep di papan bawah klasemen selama beberapa pekan terakhir.
Hasilnya memang tidak bisa secara instan membawa tim DXM 5MINUTES bisa keluar dari zona dasar klasemen. Namun, ketiga pemain baru yang diboyongnya tersebut mampu memberikan hasil positif bagi tim di GW 19.
Total 20 poin diraih oleh 3 pemain barunya tersebut. Jumlah ini pun mencapai 4 kali lipat dari jumlah poin 3 pemain lamanya pekan ini.

Terjebak nostalgia...
Bagi warga FPL Makmur, tahun baru merupakan momen yang tepat digunakan untuk melihat pencapaian diri sepanjang tahun lalu dan mengembangkan semangat baru atau move on untuk mencapai target yang lebih tinggi di tahun yang baru. Sayangnya, tidak semua manajer bisa segera move on ke tahun 2017.
Ada 2 manajer yang kelihatannya masih belum move on dari tahun kemarin. Kedua manajer ini adalah Aldo dan Adi. Keduanya sepertinya masih belum bisa move on ke tahun baru karena sama-sama mengumpulkan 31 poin. Ya, angka 31 ini bisa diidentikkan dengan tanggal akhir suatu bulan, misalnya sebut saja 31 Desember 2016 yang baru kita lewati kemarin.
Keduanya mungkin masih terjebak nostalgia tahun lalu. Seperti artinya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nostalgia adalah kenangan manis pada masa yang telah lama silam. Ya, jika dilihat jejak keduanya musim lalu, baik Aldo dan Adi memang memiliki kenangan manis pada tahun 2016 karena menjadi juara 1 dan 2 pada FPL Makmur musim 2016.
Keduanya sedikit terlena akan superioritas mereka musim lalu dan lengah bahwa pesaing-pesaing di sekitar mereka kini sudah semakin kuat. Imbasnya? Kedua pun dikejutkan dengan fakta bahwa 31 poin yang mereka raih merupakan poin terendah di awal tahun baru ini.
Poin terendah ini pun bukanlah hal yang biasa mereka raih. Bagi Aldo, catatan poin terendah ini merupakan yang pertamanya semenjak liga FPL Makmur diselenggarakan. Sementara bagi Adi, gelar poin terendah ini baru yang kedua kalinya.
Tahun baru, awal baru. "Kenangan" yang lalu, biarlah berlalu. Bukan begitu saudara Adi?

Bagi yang ingin melihat statistik tim FPL Makmur pekan ini, data mengenai peringkat dan poin minus telah diperbarui di sini.
Comments
Post a Comment