
Gagal berjemaah, kartu liar Bubuhan Anfield, dan secercah senyum di antara wajah-wajah muram mewarnai pekan keenam belas FPL Makmur yang terjadi pada tengah pekan ini. Berikut beberapa hal yang terjadi pada Gameweek 16 Liga FPL Makmur.
Gagal berjemaah…
Gagal berjemaah, fail massal, atau apa pun yang kita ingin menyebutnya. Itulah yang terjadi di FPL Makmur pekan ini ketika berbicara tentang pemilihan kapten.
Dari total 15 manajer yang menghuni liga, praktis hanya 3 manajer atau 20% dari keseluruhan manajer yang kaptennya berhasil menyumbangkan poin positif. Sisanya? Fail semua.
Baik Kane, Costa, Lukaku, maupun Mahrez gagal menyumbangkan poin tambahan selain 2 poin dari partisipasinya di lapangan. Hanya Sanchez yang bisa memberi sedikit senyum kepada manajer yang memercayakan dirinya sebagai kapten karena menyumbangkan 7 poin berkat sebiji golnya.
Namun, para manajer yang kaptennya gagal tampil moncer pekan ini mungkin bisa sedikit bernapas lega. Mengapa? Karena nasibnya tidak se-fail Maju Mundur Cantik ataupun Sentilan Sentilun.
Tidak hanya gagal dalam memilih kapten, Margaretha harus rela mendapati timnya, Maju Mundur Cantik, meraih poin terendah untuk pekan ini yang sekaligus menjadi gelar terendah pertamanya musim ini. Ini pun semakin membuktikan bahwa mitos manajer terbaik tiap bulannya itu benar adanya.
Sementara bagi Sentilan Sentilun, pekan ini juga tidak kalah apesnya dengan Maju Mundur Cantik. Tim yang diasuh oleh Rio ini secara mengejutkan menggunakan Triple Captain pada kapten pilihannya, Diego da Silva Costa. Hasilnya? Sesuai dengan penerawangan salah satu manajer yang baru saja dilangkahinya pekan sebelumnya.

Bagi kita-kita yang sudah mengenalnya, tentu penerawangan ini bukanlah hal yang mengejutkan. Bahkan kalau bisa dibilang, itu sudah layak dan semestinya. Ke depannya, mungkin ada baiknya manajer yang ingin melangkahinya untuk sungkem terlebih dahulu.
Kartu liar Bubuhan Anfield…
Empat belas pekan tanpa dinamika yang berarti di papan tengah klasemen mendesak Adi mengevaluasi sebagian besar timnya pada pekan ini. Manajer tim Bubuhan Anfield ini menjadi orang ke-11 di liga FPL Makmur yang mengaktifkan kartu liar pada paruh awal musim ini dan menyisakan 4 orang manajer yang masih memegang erat-erat kartu liarnya.
Tidak seperti Laurensius pekan lalu, Adi jauh lebih beruntung dalam menggunakan kartu liarnya pekan ini. Strategi pemilihan pemainnya sungguh jitu dengan 4 dari 7 pemain baru pilihannya berhasil menyumbangkan poin positif. Bahkan, ada dua pemain (Walker dan Origi) yang sukses mencatatkan dua digit poin.
Total 42 poin diraih oleh 7 pemain barunya tersebut. Jumlah ini pun mencapai tiga kali lipat dari jumlah poin 7 pemain lamanya pekan ini.

Imbasnya? Bubuhan Anfield pun berhasil naik 2 peringkat dan masuk 5 besar klasemen sementara liga FPL Makmur. Sungguh taktik yang brilian dari pria yang biasa disapa Kimpul ini dan semoga saja dirinya sebelumnnya sudah sungkem dulu dengan manajer yang dilangkahinya pekan ini.
Secercah senyum di antara wajah-wajah muram…
Meski dirinya termasuk dalam deretan manajer yang salah memilih kapten pekan ini, Bravo mungkin bisa sedikit berbangga dengan hasil akhir yang diperoleh timnya pada GW 16. Ya, berbekal 68 poin yang diraih Untitled pekan ini, Bravo berhak menerima gelar poin tertinggi keduanya musim ini.
Dari 11 pemain utamanya, total ada 3 pemain yang berhasil mencatatkan dua digit poin di pekan ini. Ketiga pemain tersebut adalah Grant (10 poin), Walker (11 poin), dan Lallana (19 poin).
Hasil ini pun melanjutkan tren positif yang dimilikinya dalam 2 bulan terakhir yang mencoba perlahan demi perlahan bangkit dari keterpurukan yang dialaminya pada bulan September lalu.

Bagi yang ingin melihat statistik tim FPL Makmur pekan ini, data mengenai peringkat dan poin minus telah diperbarui di sini.
[…] Apa yang Terjadi – Gameweek 16 […]
ReplyDelete