
Duo tim terproduktif, kartu liar Tangerang Berhias, dan kembalinya raja tercupu mewarnai pekan kelima belas FPL Makmur musim ini. Berikut beberapa hal yang terjadi pada Gameweek 15 Liga FPL Makmur.
Duo tim terproduktif…
Untuk kedua kalinya musim ini, gelar pencetak poin tertinggi dalam satu pekan harus dibagi dua karena poin yang sama. Adapun kedua nama yang harus saling berbagi tersebut adalah Valentinus dan Alfonsus. Keduanya sama-sama mencetak poin 65 poin pada pekan ini.
Bagi Alfonsus, gelar poin tertinggi ini menjadi istimewa karena menjadi gelar terbaik pertamanya musim ini. Ini pun menyamai catatan terbaiknya musim lalu yang juga meraih 1 kali gelar poin tertinggi. Dengan masih panjangnya kompetisi musim ini, bukan tidak mungkin Alfonsus bisa memecahkan rekor miliknya sendiri tersebut.
Sementara untuk Valentinus, tingginya poin yang diraihnya pada pekan ini pun semakin mendekatkan jaraknya dengan posisi di atasnya. Timnya, Sayap Garis Keras, berhasil memangkas selisih 32 poin dengan Sendok Sayur pada pekan lalu menjadi hanya berselisih 18 poin.
Kartu liar Tangerang Berhias…
Rendahnya poin yang diperolehnya pada pekan lalu mendesak Laurensius merombak timnya secara besar-besaran pada pekan ini. Berbekal kartu liar yang disimpannya hingga pekan ke-14, dirinya pun melakukan total 12 pergantian pemain untuk GW 15.
Nama-nama seperti Walker, McAuley, Walcott, Milner, Capoue, Kante, Aguero, Austin, Lukaku, Fabianski, Cahill, dan Fuchs harus rela hengkang dari jajaran tim Tangerang Berhias dan digantikan wajah-wajah baru seperti Cook, Barragán, Son, Phillips, Mané, Sánchez, Costa, Barrow, Defoe, Valdés, Vertonghen, dan Gibson.
Sayangnya, evaluasi besar-besaran yang dilakukan Laurensius tersebut tidak berbuah manis pada pekan ini. Kedua belas pemain baru tersebut hanya menyumbangkan total 36 poin, lebih rendah dibandingkan 41 poin yang didapatkan oleh kedua belas pemain lamanya.

Kabar buruknya, peringkat Tangerang Berhias di klasemen pun harus kembali melorot 2 posisi pada pekan ini ke peringkat 13. Kabar baiknya, walau tidak sesuai harapan, raihan 51 poin yang diperoleh Laurensius dengan komposisi tim barunya ini merupakan total poin tertinggi kelima (dari bawah) pekan ini atau bukan yang terendah seperti pekan lalu.
Kembalinya raja tercupu…
Puasa gelar poin terendah Duzel selama 5 pekan berakhir sudah. Di pekan ke-15 ini, timnya berhasil (hanya) mencetak 38 poin dan menyabet gelar jumlah poin terendah keempatnya musim ini.
Jumlah gelar tersebut pun kini menyamai catatan poin terendah milik Adit musim dan keduanya diprediksi masih akan bersaing ketat untuk meraih gelar tercupu di akhir musim.
Jadi, kalian dukung yang mana? #TimAdit atau #TimDuzel untuk menjadi yang tercupu musim ini? Saya sih sudah terlanjur kecewa dengan nama yang terakhir disebut karena tidak konsisten musim ini dengan berhasil meraih poin tertinggi pada GW 6 lalu.

[…] Apa yang Terjadi – Gameweek 15 […]
ReplyDelete