
Stagnannya paruh atas klasemen, performa gemilang Sentilan Sentilun, dan November yang berat bagi Manis Manja terbaik mewarnai pekan ketiga belas FPL Makmur musim ini. Berikut beberapa hal yang terjadi pada Gameweek 13 Liga FPL Makmur.
Stagnannya paruh atas klasemen FPL Makmur…
Pekan ke-13 ini adalah pekan yang sunyi bagi FPL Makmur. Ini dikarenakan tidak ada banyak perubahan yang muncul pada papan klasemen, terutama untuk peringkat 7 ke atas. Ketujuh posisi teratas tersebut masih "nyaman" diduduki oleh nama-nama yang sama pada pekan sebelumnya.
Bahkan jika ditelusuri sepanjang bulan November, ada 4 nama yang konsisten berada di posisinya. Nama-nama tersebut adalah Aldo (peringkat 1), Alexius (peringkat 2), Valentinus (peringkat 3), dan Adi (peringkat 6).
Jumlah manajer yang konsisten dalam satu bulan ini pun tercatat sebagai yang terbanyak musim ini. Jumlah yang mengalahkan catatan bulan sebelumnya (Oktober), yaitu 3 manajer yang konsisten.
Performa gemilang Sentilan Sentilun…
Terdampar di dasar klasemen sepanjang musim lalu telah menjadi pembelajaran yang besar bagi Rio. Memasuki musim baru, manajer asal Magelang ini pun bertansformasi menjadi
Bersama Sentilan Sentilun, pekan ini dirinya mampu meraih poin tertinggi dengan raihan total 65 poin. Ini pun menjadi gelar ketiganya musim ini atau yang terbanyak kedua di liga setelah Alexius dengan 4 gelar. Sebuah pencapaian yang sangat impresif jika kita coba bandingkan musim lalu.
Bagi pesaing-pesaing di atasnya, ini tentunya menjadi peringatan dini jika tidak ingin tergeser posisinya. Bisa saja Sentilan Sentilun menjadi Leicester City-nya FPL Makmur yang musim sebelumnya di papan bawah klasemen, tetapi menjadi juara di musim selanjutnya.
November yang berat bagi Manis Manja…
Sempat meraih gelar Manajer Terbaik Bulan Oktober, Brian harus mengalami keadaan yang berbalik 180 derajat pada bulan November. Sepanjang bulan kesebelas ini, posisi Brian di papan klasemen liga terus melorot.
Puncaknya pun terjadi pada pekan ini. Tim asuhannya, Manis Manja, hanya meraih 34 poin sekaligus menjadikannya sebagai tim dengan raihan poin terendah pada pekan ini. Hasilnya, Brian harus rela keluar dari papan tengah klasemen saat ini dengan menduduki peringkat 11.
Menariknya, menurunnya performa Brian ini semakin mempertegas "mitos" yang berkembang musim ini bahwa manajer terbaik tiap bulannya akan menurun drastis penampilannya pada bulan selanjutnya. Suatu hal yang sulit dipercaya, tapi nyatanya ini telah memakan tiga korban dalam tiga bulan berturut-turut.

Yang pertama adalah Bravo yang meraih gelar Manajer Terbaik Bulan Agustus, namun berada di peringkat 15 klasemen FPL Makmur pada akhir September. Kemudian, ada Alexius, peraih gelar Manajer Terbaik Bulan September, yang harus tergeser dari puncak klasemen pada akhir bulan Oktober. Sementara yang terakhir adalah Brian yang telah kita ketahui nasibnya pada paragraf sebelumnya.
Lalu, apakah tongkat estafet "mitos" ini akan berlanjut pada peraih gelar Manajer Terbaik pada bulan ini? Menarik untuk diikuti kelanjutannya (serta diwaspadai oleh peraih gelar tersebut bulan ini).

[…] Apa yang Terjadi – Gameweek 13 […]
ReplyDelete[…] Apa yang Terjadi… on Apa yang Terjadi – Gamew… […]
ReplyDelete