
Kapten Costa, Coutinho, dan Firmino melambung tinggi, kudeta tahta Alexius dan Duzel, dan pembuktian Valentinus mewarnai pekan kesebelas FPL Makmur musim ini. Berikut beberapa hal yang terjadi pada Gameweek 11 Liga FPL Makmur.
Kapten Costa, Coutinho, dan Firmino melambung tinggi…
Dari mayoritas manajer yang memilih Aguero sebagai kapten, terdapat beberapa manajer yang berani tampil beda di pekan ke-11 FPL Makmur ini. Valentinus, Dhimas, Margaretha, dan Bravo merupakan salah empat darinya. Keempatnya lebih memilih Costa, Coutinho, dan Firmino sebagai kaptennya ketimbang Aguero.
Meski berbeda, kapten-kapten yang mereka pilih tersebut mampu membayar kepercayaan yang diamanatkan. Costa, Coutinho, dan Firmino masing-masing menyumbangkan 9, 11, dan 15 poin; lebih tinggi dibandingkan Aguero yang hanya memberikan 6 poin.
Hasilnya, posisi tim-tim yang memilih Costa, Coutinho, dan Firmino itu pun sebagian besar terdongkrak naik. Valentinus dan Margaretha sama-sama naik 1 posisi. Bravo kembali masuk ke papan tengah setelah naik 3 posisi. Sementara Dhimas meski masih berada di peringkat 5, mampu memangkas jarak dengan peringkat di atasnya yang kini hanya berselisih 5 poin.
Kudeta tahta Alexius dan Duzel…
Setelah 6 pekan bertahan di puncak klasemen FPL Makmur, Sendok Sayur harus rela tergeser posisinya ke peringkat 2 pada pekan ke-11 ini. Adapun posisi puncak sekarang diambil alih oleh Koalamode dengan 602 poin, terpaut 8 poin dengan tim asuhan Alexius tersebut.
Sementara nasib yang sama terjadi pula pada Siraman Rohani. Tim besutan Duzel ini kembali dilangkahi oleh Adit dalam perebutan gelar poin terendah musim ini. Kini Adit secara total telah mendapatkan 4 gelar poin terendah atau lebih banyak 1 gelar dibandingkan Duzel.
Pembuktian Valentinus…
Rentetan poin positif Valentinus selama beberapa pekan terakhir mampu membuktikan anggapan bahwa dirinya akan mengulang catatan buruknya musim lalu itu salah. Tercatat hingga pekan ke-11, manajer tim Sayap Garis Keras ini mampu bertahan di papan atas klasemen dan (dengan berani-beraninya) melewati Gumregah untuk menempati satu tempat di posisi 3 besar.

Pertanyaan selanjutnya yang harus dibuktikan adalah, apakah Valentinus mampu menghindari "karma" menikung di akhir musim mengingat dirinya baru saja melangkahi tim asuhan Paulus pekan ini? Patut ditunggu jawabannya.

Comments
Post a Comment