
Terombang-ambing di papan tengah, wildcard Serabi, dan solidaritas antar sesama manajer mewarnai pekan kesembilan FPL Makmur musim ini. Berikut beberapa hal yang terjadi pada Gameweek 9 Liga FPL Makmur.
Terombang-ambing di papan tengah…
Walau berhasil memuncaki papan klasemen pada pekan pertama FPL, Bubuhan Anfield gagal mengulang sukses yang sama di pekan-pekan berikutnya. Sampai GW 9 kemarin, tim asuhan Adi Wirasaputra ini masih belum beranjak dari papan tengah klasemen. Ini tentunya mencoreng catatan perjalanan di liga milik Adi yang sepanjang musim lalu nyaman berada di papan atas klasemen.
Salah satu penyebabnya mungkin adalah kegagalan dalam pemilihan kapten. Tercatat dalam 9 GW yang telah berjalan, baru 3 kali Adi berhasil memilih kapten. Dalam 3 kesempatan tersebut, Ibrahimovic-lah yang menjadi juru penyelamatnya.
Sementara itu di pekan-pekan lain, dirinya belum dinaungi dewi keberuntungan. Bahkan Aguero yang dijadikannya sebagai kapten pada pekan kemarin gagal memberikan kado manis pada manajer yang baru saja berulang tahun beberapa hari lalu. Apakah ini artinya dewi keberuntungan telah meninggalkan tim asuhan Adi musim ini?
Well, mari kita lihat saja pada pekan-pekan berikutnya. Tapi, lebih mending mana pul? Ditinggal dewi keberuntungan atau dewi cinta?
Wildcard Serabi…
Telah bertambah satu manajer lagi yang mengaktifkan wildcard-nya pada awal musim ini, yaitu Edward Wijaya. Setelah berhasil naik 3 posisi ke peringkat 6 pada GW 8 lalu, Edward mencoba membenahi timnya dengan bantuan "kartu liar". Tujuannya pun jelas, yaitu untuk menyalip pesaing-pesaing di atasnya.
Di jeda transfer GW 9, dirinya mendatangkan 7 pemain baru, yaitu Bailly, Fer, Walcott, Milner, Lukaku, Aguero, dan Bellerin. Pemain-pemain ini menggantikan Azpilicueta, Coutinho, Ozil, Barkley, Negredo, Sturridge, dan Kolarov yang sebelumnya telah berada di tim Serabi.
Sayangnya ketika GW 9 berjalan, harapan untuk memperbaiki posisi di klasemen itu pun berujung gagal. Ketujuh pemain barunya tersebut hanya berhasil menyumbangkan total 17, lebih kecil dibandingkan tujuh pemain lamanya yang menyumbangkan total 25 poin.
Hasilnya, tim asuhan Edward ini harus turun 1 posisi ke peringkat 7 dengan raihan total 404 poin. Timnya disalip oleh sesama tim Magelang, yaitu Sentilan Sentilun, yang sekarang hanya berjarak 2 poin di atasnya.
Solidaritas antar sesama manajer…
Jiwa kesetiakawanan antar sesama manajer terjalin pada pekan ke-9 FPL musim ini. Satu sama lain mencoba menurunkan egonya masing-masing dengan memilih kapten yang "salah". Adapun pemain-pemain yang dipilih oleh masing-masing manajer adalah sebagai berikut.

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa "hampir" semua manajer memilih kapten yang berpoin kecil. Hampir? Ya, ada satu manajer yang ternyata "berkhianat" pada GW 9 ini dengan memilih Lukaku sebagai kaptennya. Kita sebut saja inisialnya ADIT.
Pada akhir pekan lalu, Lukaku berhasil menyumbangkan 5 poin dari assist-nya. Poin tersebut menjadi yang tertinggi jika dibandingkan Aguero yang hanya menyumbangkan 1 poin; Costa dan Ibra dengan 2 poin; dan trio Arsenal dengan 3 poin.
Ngene iki ta sing jenenge konco dit? Oke, fine..

Comments
Post a Comment